ISRA`MI`RAJ, sebagai sebuah peristiwa metafisika (gaib),
barangkali bukan sesuatu yang istimewa. Kebenarannya bukanlah sesuatu
yang luarbiasa. Kebenaran metafisika adalah kebenaran naqliyah (:
dogmatis) yang tidak harus dibuktikan secara akal, namun lebih bersifat
imani. Valid tidaknya kebenaran peristiwa metafisika—secara akal,
bukanlah soal selagi ia diimani.
Namun, Isra` Mi`raj bukanlah peristiwa metafisika. Ia adalah peristiwa
fisika (: nyata; badaniah) yang dialami dan dijalani Nabi Muhammad saw
dengan segenap kesadaran inderawinya, sebagaimana diterangkan dalam
Alqur`an surat Al-isra` ayat 1 dan Annajm ayat 13.
Maka, sebagai peristiwa fisika, Isra` Mi`raj adalah sesuatu yang
istimewa. Kebenaran Isra` Mi`raj adalah kebenaran yang luarbiasa.
Keistimewaan ataupun keluarbiasaan tersebut, tidak lain karena
pemberontakannya pada tradisi. Kebenaran Isra` Mi`raj adalah kebenaran
inkonvensional.
Maka, wajar kiranya, jika banyak orang pun mempertanyakan (meragukan?) ke-shahih-an Isra` Mi`raj tersebut. Menganggap Isra` Mi`raj sebagai sesuatu yang mengada-ada dan dongeng Nabi belaka.
Toh, Isra` Mi`raj bukanlah cerita rekaan ataupun dongeng Nabi.
Isra` Mi`raj adalah sebuah firman Ilahi dan, firman Ilahi tetaplah
sebuah kebenaran. Kebenaran hakiki dan mutlak yang tidak dapat
diganggu-gugat. Meski ia berseberangan dengan tradisi ilmu pengetahuan.
Meski ia bertentangan dengan akal nalar manusia.
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan
27 Jun 2012
19 Jun 2012
PENGERTIAN EKOLOGI
Ekologi
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914).[1] Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Langganan:
Postingan (Atom)


